Stroke Serang Usia Muda, Apa Penyebabnya?

Jika dulu stroke banyak menyerang usia lanjut, kini penyakit terkait saraf itu bisa menyerang usia muda. Pemicunya adalah gaya hidup yang tidak sehat.

"Kalau usia tua biasanya disebabkan oleh penimbunan plak, maka stroke menyerang usia muda umumnya karena gaya hidup yang tidak sehat, seperti pola makan yang tidak sehat, konsumsi obat-obatan seperti narkoba, merokok, minum alkohol, dan kurang atau bahkan tidak melakukan aktivitas fisik seperti olahraga," kata dokter spesialis saraf (SpS), Frandy Susatia di Jakarta, Selasa (20/5/2014).

Dokter Frandy menjelaskan hal tersebut dalam diskusi Kenali dan Atasi Penyakit Stroke SOHO #BetterU: Hari Lanjut Usia Nasional oleh Ethica Industri Farmasi. Hari Lanjut Usia Nasional diperingati setiap 29 Mei.

Gaya hidup yang tidak sehat itulah yang akhirnya menyebabkan penyakit-penyakit yang bisa memicu stroke seperti diabetes dan darah tinggi.

Bahkan penggunaan pil KB dalam jangka panjang, lanjut Frandy juga bisa memberikan risiko tinggi terkena stroke. Risiko ini yaitu pada wanita berumur lebih dari 35 tahun, masih merokok, memiliki hipertensi atau diabetes, migrain dan ada kejadian thromboembolik sebelumnya.

Namun, ada juga usia muda yang sudah mengalami stroke karena penyakit yang akhirnya menyebabkan gangguan pembuluh darah dan juga cacat jantung bawaan.

Dokter Frandy menjelaskan, stroke terjadi karena pembuluh darah yang memberikan aliran darah ke otak mengalami penyumbatan atau pecah, sehingga sebagian area otak tidak mendapatkan aliran darah dan rusak. Padahal otak manusia membutuhkan aliran darah yang konstan membawa darah yang mengandung oksigen dan nutrisi.

Senada dengan Frandy, Pelaksana Tugas Direktur Jendral Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) Kementrian Kesehatan, Agus Purwadianto juga mengatakan stroke bahkan sudah mulai diderita orang-orang berusia 30-40 tahun bahkan lebih muda.

"Di sejumlah rumah sakit di Indonesia, pasien stroke terus meningkat setiap tahun dan sekitar 50% dari seluruh pasien yang dirawat di bagian penyakit syaraf adalah pasien stroke," katanya.

Agus menjabarkan, stroke juga merupakan penyebab utama kematian pada semua umur di Indonesia dengan proporsi 15,4%. Pada kelompok umur 45-54 tahun stroke adalah penyebab kematian terbesar di perkotaan dengan proporsi 15,9%, sedangkan pada kelompok 55-64 tahun, stroke merupakan penyebab kematian tertinggi baik di perkotaan atau di pedesaan.

Berdasarkan hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2013, terjadi peningkatan prevalensi kasus stroke dari 2007 sebesar 8,3 per 1000 penduduk menjadi 12,1 per 1000 penduduk pada 2013.

Agus menjelaskan, kebijakan pengendalian stroke di Indonesia meliputi pengendalian faktor risiko stroke, deteksi dini dan monitoring faktor risiko stroke, tatalaksana dan pencegahan stroke sekunder, surveilans epidemiologi dan jejaring kerja pengendalian stroke.

"Dimulai dengan upaya promotif dan preventif dengan perilaku CERDIK, yaitu C untuk cek kesehatan secara berkala, E untuk enyahkan asap rokok, R untuk wajin aktivitas fisik, D untuk diet seimbang dan sehat dan I untuk istirahat cukup dan K untuk kelola stres," papar Agus.



<-- Kembali
Copyright © AKES RUSTIDA - BANYUWANGI 2011. All Right Reserved - Maintenance & Program oleh Star Corp.